Laurent Thomba, Peran Hukum Adat dalam Pengelolaan Taman Nasional Betung Kerihun

12 11 2010

Profil edisi kali ini kita akan mengenal lebih jauh tentang sosok Temenggung Sibau Hulu Bapak Laurent Thomba.S. Seperti pada malam itu pak Thomba demikian  beliau sering disapa menyambut kami Tim Buletin TNBK dengan penuh kehangatan dirumah pribadinya yang terletak di Jalan sawadaya Pasar Baru Putussibau. Saat menginjakkan kaki pertama dikediaman beliau, unsur kesederhanaan sudah tampak pada halaman rumah mungil, kamipun diajak masuk kedalam rumah yang bersih dan indah itu, setelah beberapa waktu kamipun terlibat dalam obrolan serius disertai candaan, mantan anggota legislatif 2 periode ini pun hanyut dalam obrolan bersama kami, dan berikut adalah beberapa pertanyaan yang sempat kami ajukan kepada beliau:

Apa pandangan bapak mengenai Keberadaan TNBK

Melihat sejarah awalnya pada saat Betung Kerihun hendak dilahirkan dengan nama awal Bentuang Kerihun, banyak sanggahan yang disertai bantahan mengenai nama ini karena dianggap tidak sesuai bahasa asli yang ada dikalimantan Barat, sehingga keberadaannya seiring waktu akhirnya bentuang kerihun berganti nama menjadi Betung Kerihun (1995), secara prisipil fungsi TNBK dirasakan oleh kami sangat membantu keberadaan kelangsungan hutan dan kelestariaannya didaerah kami, sebagai contoh dengan dilarangnya melakukan pembalakan liar atau illegal logging ( dalam skala besar), karena pada dasarnya sejak jaman nenek moyang kamipun sudah ada aturan demikian yang melarang umat manusia melakukan pembalak liar karena dianggap akan merusak alam, kalau alam sudah rusak maka yang akan terkena akibatnya adalah manusia itu sendiri. Pembalakan liar boleh saja dilakukan tapi dengan tujuan untuk membangun rumah, karena hal ini tidak membutuhkan banyak kayu, sedangkan untuk tujuan komersil jumlah yang diambil sangat banyak, kalau sudah begini bagaimanan kondisi anak cucu kita kelak kalau-kalau mereka hendak membangun rumah akan kemana mereka mencari kayu lagi.

Bagaima Kondisi TNBK di DAS Sibau

Pelanggaraan seringkali terjadi hal ini tidak dapat dipungkiri karena kurangnya penegakan hukum secara tegas, masing – masing mengambil alibi bahwa kurangnya sosialisasi, tetapi yang saya rasakan bahwa sosialisasi sudah sangat sering dilakukan entah sudah berapa ratus kali hal serupa dilakukan, tapi apa mau dikata, ketika kasus ini terjadi dan dibawa kehadapan aparatyang berwenang , si pelaku bukannya ditindak berdasarkan aturan perundang-undang yang berlaku malah hanya dikasih saran dan  nasehat untuk tidak melakukannya hal  serupa  dikemudian hari. Hal inilah yang tidak mendatangkan efek jera kepada si pelaku pembalakan liar. Yang saya sesalkan adalah para pelaku yang melakukan pelanggaran ini bukanlah orang asli dari daerah kami, mereka rata-rata adalah para pendatang yang mencari untung didaerah kami.

Sejauhmana manfaat keberadaan TNBK bagi masyarakat disekitar DAS Sibau?

Bagi kami banyak hal yang dirasakan manfaatnya  selama ini hanya saja kami merasakan masih kurangnya perhatian yang diberikan dibanding dengan mereka yang ada di Nanga Potan, harapan saya kedepannya TNBK dapat lebih meningkat perhatiannya kepada kami karena secara prinsip kami adalah penduduk asli disana , sedangkan mereka yang ada di Nanga Potan adalah orang-orang pendatang yang datang mencari makan ditempat kami mereka rata-rata berasal dari Bika, Jaras dan Manday,  yang menjadi ketidaksukaan kami bahwa mereka hanya menjadikan tempat kami sebagai lahan mencari makan dan penghasilan bagi mereka, tetapi setelah berhasil mereka  kembali kekampung halaman mereka dan membangun daerah mereka. Hal inilah yang membuat saya untuk mengambil keputusan bahwa mereka boleh-boleh saja tinggal di Nanga Potan tetapi mereka harus memilik KTP disitu karena dengan begitu mereka tidak dengan sesuka hati keluar masuk daerah kami. Ya adapun harapan-harapan saya kedepannya terhadap TNBK supaya dapat membimbing masyarakat kami diSibau agar mereka lebih mengerti lagi mengenai keberadaan TNBK, kemudian kegiatan-kegiatan seperti pemberdayaan masyarakat dan membuat perkebunan karet juga dapat dilakukan agar masyarakat tidak banyak melakukan aktifitasnya didalam hutan.

Bagaimana Peranan Hukum adat dalam membantu pengelolaan  TNBK

Hukum Adat terakhir tahun1996 sudah direvisi secara umum tinggal disosialisakan saja khusus untuk sibau, sedikit bercerita mengenai sejarah daerah kami yang dikenal sebagai Taman Sibau dahulu adalah tempat tinggalnya para dewa, keberadaannya yang sangat suci inilah yang dianggap harus dijaga agar tidak rusak karena akan mengakibatkan kerusakan pada alam seperti bencana alam, musibah, dan laiu-lainnya. Tanah Adat inilah yang kami titipkan pada TNBK sebagai lembaga pemerintah yang mempunyai aturan main secara hukum positif (hukum Negara), kalau ada yang melanggar maka akan kami tindak secara tegas menurut hukum adat  yang ada. Prinsipnya hukum adat tidak setuju apabila kayu yang diambil dari hutan digunakan untuk tujuan komersil tetapi apabila digunakan untuk membuat rumah  itu tidak masalah karena jumlahnya pun tidak banyak.

Apa saran Bapak terhadap pengelolaan TNBK

Agar pengelolan TNBK dapat berjalan maksimal tidak ada jalan lain selain melibat masyarakat lokal yang ada untuk terlibat langsung dalam pengelolaan itu sendiri, karena kita sama-sama saling membutuhkan, TNBK dalah lembaga pemerintah yang merupakan perpanjangan tangan Negara untuk menjaga kelestarian hutan yang ada membutuhkan masyarakat sebagai  mitra dilapangan untuk dapat bergandengan tangan mencapai visi dan misi TNBK, sedangkan kami butuh TNBK untuk menjaga hutan kami supaya kelak anak cucu kamipun dapat merasakan manfaatnya. Terakhir pesan saya jangan bedakan antara daerah kami Sibau dengan Nanga Potan.

Tanpa terasa waktu pun sudah menunjukan pukul 9  malam, dan kamipun berpamitan untuk pulang, tak disangka banyak pengalaman yang kami dapat dari sosok Bapak Thomba, pribadi yang bersahaja dan sederhana yang mau membangun negerinya walaupun usia sudah tidak muda lagi. Selamat berjuang  pak, dan kami berharap bisa kembali mendengar cerita-cerita bapak yang tergores dalam perjuangan bapak untuk menggapai cita-cita bapak yang mulia.

 

Biodata

Nama Lengkap Laurent Thomba.S.
Sapaan Thomba
Ttl Sibau, 15 November 1945
Pengalaman Kerja –          Asuransi Bumiputra : 1980-1984

–          Ketua DPC PDI           : 1984-1996

–          Anggota DPRD Kapuas Hulu : 1987-1992, 1992-1997

–          Pendiri Dewan Adat Dayak Kab Kapuas Hulu : 1996-2007

–          Ketua I Dewan Adat Dayak kab Kapuas Hulu : 2007 – 2012.

–          Temenggung Taman Sibau   : 2008-2013

 

Oleh : F.Yhani,YT, Ngurah


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: