Pemberdayaan Masyarakat di Daerah Penyangga Salah Satu Kunci Perlindungan Kawasan Konservasi

11 11 2010

 

Oleh : Fajar Setiawan, A. Md

 


Hutan, sebagai karunia dan amanah Tuhan Yang Maha Esa yang dianugerahkan kepada Bangsa Indonesia, merupakan kekayaan yang dikuasai oleh Negara, memberikan manfaat serbaguna bagi umat manusia, karenanya wajib disyukuri, diurus, dan dimanfaatkan secara optimal, serta dijaga kelestariannya untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat, bagi generasi sekarang maupun generasi mendatang.

 

 

Harus kita sadari bahwa hutan, sebagai salah satu penentu sistem penyangga kehidupan dan sumber kemakmuran rakyat, cenderung menurun kondisinya, oleh karena itu keberadaannya harus dipertahankan secara optimal, dijaga daya dukungnya secara lestari, dan diurus dengan akhlak mulia, adil, arif, bijaksana, terbuka, profesional, serta bertanggung-gugat.

Mengingat betapa pentingnya keberadaan hutan bagi kehidupan dimuka bumi ini maka wajib bagi kita semua untuk tetap menjaga kelestarian hutan tersebut. Kita ketahui mempertahankan kelestarian hutan tidaklah mudah, karena sering berbenturan dengan kepentingan masyarakat sekitar hutan tersebut. Tingkat kepentingan masyarakat sekitar hutan yang masih sangat tergantung dengan hasil hutan merupakan faktor kendala bagi kita untuk mempertahankan pelestarian hutan. Dengan demikian perlu kiranya bagi kita untuk memikirkan jalan terbaik atau solusi terbaik tentang masalah tersebut.

Dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 telah dijelaskan bahwa penyelenggaraan kehutanan adalah berasaskan manfaat dan lestari, kerakyatan, keadilan, kebersamaan, keterbukaan, dan keterpaduan. Penyelenggaraan kehutanan tersebut bertujuan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat yang berkeadilan dan berkelanjutan, yang salah satunya adalah dengan cara meningkatkan kemampuan untuk mengembangkan kapasitas dan keberdayaan masyarakat secara partisipatif, berkeadilan, dan berwawasan lingkungan sehingga mampu menciptakan ketahanan sosial dan ekonomi serta ketahanan terhadap akibat perubahan eksternal. Poin tersebut sangat menjelaskan bahwa porsi pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan hutan menempati posisi yang sangat penting.

Pemberdayaan masyarakat merupakan proses penguatan masyarakat dengan cara memberikan motivasi dan dorongan agar masyarakat mampu menggali potensi diri dan berani bertindak untuk memperkuat kualitas hidupnya. Melihat arti dari pemberdayaan masyarakat tersebut merupakan tantangan yang sangat berat bagi kita untuk melakukannya. Karena sebenarnya kita harus bisa merubah pola pikir atau perilaku masyarakat itu sendiri. Maksud dari perilaku atau pola pikir masyarakat disini adalah pola pikir atau perilaku yang merugikan masyarakat dan menghambat peningkatan kesejahteraan masyarakat.

 

Pemberdayaan Masyarakat sebagai bentuk Perlindungan Kawasan Konservasi

Hampir seluruh kawasan konservasi di Indonesia berada dalam pola interaksi yang kuat dengan masyarakat yang hidup di sekitarnya. Dimana masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan konservasi masih mengandalkan hidupnya pada hutan tersebut. Sebagai contoh masyarakat yang tinggal di daerah penyangga kawasan Taman Nasional Betung Kerihun yang masih sangat tergantung pada hutan. Aktivitas – aktivitas mereka antara lain mencari ikan, berburu, ladang berpindah dan sebagainya. Kebanyakan aktivitas mereka lambat laun juga akan mengganggu kawasan konservasi itu sendiri akibat meningkatnya kebutuhan yang disebabkan oleh pertambahan jumlah penduduk. Untuk saat ini mungkin aktivitas mereka masih pada tahap “ancaman bukan tindakan”. Ancaman disini adalah aktivitas mereka yang nantinya akan benar-benar mengganggu atau bahkan akan merusak hutan. Melihat ancaman tersebut, maka sangat perlu sekali adanya tindakan preventif untuk mencegah semakin membesarnya bentuk tekanan manusia terhadap kawasan konservasi yang salah satunya melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Pemberdayaan masyarakat dimulai dengan menggali potensi dan keinginan masyarakat tersebut dengan mempertimbangkan kebijakan pengelolaan hutan itu sendiri. Kenapa kita harus mempertimbangkan “keinginan” masyarakat itu sendiri? Hal kecil tersebut perlu dipertimbangkan, karena pemberdayaan masyarakat adalah kegiatan yang dilakukan dan untuk masyarakat itu sendiri. Jadi kita sebagai fasilitator hendaknya memperhatikan hal itu supaya pemberdayaan akan tercapai secara optimal. Kegiatan pemberdayaan masyarakat bila dimungkinkan dapat diarahkan untuk menjadikan masyarakat mempunyai aktivitas di luar kawasan konservasi dalam rangka untuk memenuhi kebutuhannya sehingga akan mengurangi frekuensi aktivitas mereka di dalam kawasan. Tentunya, pola pemberdayaan akan berbeda di setiap kawasan konservasi. Pengelolaan zonasi yang bijaksana dan mengakomodir kebutuhan masyarakat juga dapat menjadi solusi dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya kawasan konservasi yang memiliki tingkat tekanan penduduk sangat kuat, dan tidak dimungkinkan untuk proses pengalihan aktivitas masyarakat.

Poin utama pemberdayaan masyarakat sebagai kunci perlindungan kawasan adalah dengan mengurangi atau mengatur pola aktivitas masyarakat di dalam hutan. Dengan berkurangnya frekuensi aktivitas masyarakat di hutan maka akan mengurangi bahaya kerusakan hutan. Jika pemberdayaan tersebut berjalan lancar dan sesuai target maka tidak mustahil lambat laun masyarakat akan merubah pola hidup mereka menjadi lebih baik dan tidak lagi menggantungkan hidup mereka dengan hutan.  Keberhasilan pemberdayaan masyarakat dapat diukur dengan adanya peningkatan kesejahteraan mayarakat dan perubahan pola pikir masyarakat tersebut. Jika tingkat ketergantungan masyarakat terhadap kawasan menurun dengan adanya aktivitas pemberdayaan masyarakat maka niscaya tingkat ancaman terhadap hutan konservasi akan berkurang.

 

 

 


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: