MEMBANGUN MODEL TAMAN NASIONAL DI JANTUNG BORNEO

11 11 2010


Oleh : Ari Yuwono, S.Hut, M.Si.

 

Pada tahun 2006, tepatnya tanggal 25 Juli, melalui Keputusan Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Nomor  128/IV-Sek/HO/2006, Taman Nasional Betung Kerihun ditunjuk bersama 21 Taman Nasional lainnya menjadi Taman Nasional Model dari 50 Taman Nasional yang ada di Indonesia.

 

Taman Nasional Model

Saat ini, berselang 4 tahun kemudian, progress dari 21 Taman Nasional Model yang diharapkan menjadi Taman Nasional mandiri tersebut belum diketahui secara signifikan. Bahkan “gaung” kebijakan Taman Nasional Model ini seakan semakin melemah. Padahal sebagaimana tulisan Sudrajat Wiriadinata di Buletin Konservasi Alam Edisi I Tahun 2009, Taman Nasional Model diharapkan tidak saja menjadi model atau contoh bagi pengelolaan kawasan Taman Nasional lainnya, namun juga dapat berperan sebagai penghasil devisa dan memberikan kontribusi bagi pendapatan Negara di sektor kehutanan yang dari tahun ke tahun memiliki arah grafik yang decline.

Dari sisi perencanaan, sebenarnya telah ditetapkan 11 kegiatan prioritas yang harus dilakukan untuk menuju pada Taman Nasional Model. Namun tetap saja proses transformasi menuju Taman Nasional Model belum terwujud. Seandainya kupu-kupu dianalogikan sebagai Taman Nasional Model, existing condition atau kondisi terkini dari 21 Taman Nasional Model yang ditunjuk tersebut (mungkin) dapat dikatakan masih berwujud kepompong.

Setidaknya ada 4 faktor yang menjadi penyebabnya. Pertama, 21 Taman Nasional Model tersebut belum jelas dijadikan model  taman nasional apa, apakah sebagai model taman nasional untuk ekosistem pegunungan, model taman nasional ekosistem rawa/perairan, model taman nasional dengan ciri khas perbatasan, model taman nasional dengan ciri khas masyarakat adat dan sebagainya. Belum jelasnya identitas tersebut menyebabkan tidak jarang UPT penyandang nama Taman Nasional Model masih mencari-cari atau bahkan bertanya-tanya model apa yang tepat untuk Taman Nasionalnya. Hal ini menjadi “PR” bagi Taman Nasional yang ditunjuk sebagai Taman Nasional Model untuk menemukenali jatidiri Taman Nasional-nya. Setelah itu, baru dibangun positioning agar menjadi brand Taman Nasional yang bersangkutan. Kemudian semua program, kegiatan dan anggaran difokus-arahkan untuk mendukung dan mendorong tercapainya positioning dan brand tersebut.

Kedua, dukungan anggaran yang belum optimal. Konsekuensi dengan ditetapkan Taman Nasional Model ini adalah alokasi anggaran yang lebih bagi Taman Nasional  yang ditunjuk sebagai Taman Nasional Model guna membangun kapasitas dan predikatnya sebagai Taman Nasional Model. Ketiga, evaluasi terhadap target pencapaian pembangunan Taman Nasional Model belum dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Terakhir yang tidak kalah pentingnya adalah semoga Taman Nasional Model bukan menjadi apa yang dinamakan kebijakan yang tidak berkelanjutan atau unsustainable policy.

 

Model Taman Nasional (Betung Kerihun)

Taman Nasional Betung Kerihun perlu membangun brand image atau ciri khasnya sehingga memiliki keunggulan komparatif (dan kelak memiliki keunggulan kompetitif) serta pantas menyandang predikat sebagai Taman Nasional  Model. Dengan kalimat lain, Taman Nasional Betung Kerihun perlu membangun positioning-nya untuk menjadi Taman Nasional Betung yang “berbeda”. Taman Nasional Betung Kerihun pernah masuk nominasi PBB (UNESCO) sebagai warisan alam dunia untuk kawasan konservasi lintas batas bersama Cagar Alam Lanjak Entimau. Taman Nasional Betung Kerihun juga masuk ke dalam focus area program Kabupaten Konsservasi Kapuas Hulu dan focus area program Heart of Borneo (HOB). Atas dasar tersebut sebenarnya positioning Taman Nasional Betung Kerihun telah terbentuk dan sangat kuat. Ada beberapa faktor yang dapat digunakan untuk membuat Taman Nasional Betung Kerihun menjadi “berbeda”, empat diantaranya adalah :

 

Sister Conservation Area Program

Pertama, program kawasan konservasi kembar lintas batas. Dari beberapa taman nasional  yang berada di daerah perbatasan (TN Kayan Mentarang, TN Wasur) hanya Taman Nasional Betung Kerihun yang berbatasan dengan kawasan konservasi negara lain (Malaysia) yaitu dengan Cagar Alam Lanjak Entimau dan (termasuk) Taman Nasional Batang Ai. Posisi geografis yang demikian sangat menguntungkan Taman Nasional Betung Kerihun untuk membangun brand image sebagai Taman Nasional Model Perbatasan atau Taman Nasional Model Lintas Batas. Kondisi ini harus didukung oleh penggalakan dan penggiatan program-program kerjasama lintas batas atau tranboundary partnership yang berbasis MoU dalam kerangka Sister Conservation Area Program antara Taman Nasional Betung Kerihun dengan kawasan konservasi di Malaysia (analog dengan program kota kembar dunia, sister city). Sehingga melalui program tersebut lebih dapat dimungkinkan adanya beberapa kegiatan antara lain staff exchange program, tourist exchange program, promosi dan pemasaran potensi wisata bersama dan lain-lain.

 

E-gov TNBK

Pembeda kedua adalah penerapan e-gov. Taman Nasional Betung Kerihun perlu menerapkan e-government untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi pengelolaan kawasannya. Penerapan e-government akan memangkas rantai birokrasi dan sumber daya (biaya, waktu dan tenaga) yang tidak perlu. Sistem tersebut juga akan mendorong percepatan pengelolaan taman nasional berbasis resort. Taman Nasional Betung Kerihun sangat possible menerapkan e- gov ini. Hanya ada 2 kantor yang tidak terjangkau layanan jaringan internet yaitu di Kantor Seksi Pengelolaan Wilayah IV Nanga Era dan Kantor Resort Nanga Hovat Mendalam. Selebihnya, baik itu Kantor Balai Besar, Kantor Bidang Pengelolaan, Kantor Seksi dan Resort dapat terlayani jaringan internet. E-gov dapat diterapkan melalui bentuk aplikasi-aplikasi yang on line dengan form-form baku untuk surat, undangan, laporan kemudian aplikasi database on line yang open access hingga tingkat resort, simaksi on line, reservation paket wisata on line, sms center dan lain-lain. Ketika perlu rapat  mendadak misalnya, namun karena sebagian personil berada di lapangan, dapat digunakan teleconference dengan webcam. Hal serupa telah banyak diterapkan oleh beberapa Pemerintah Kabupaten seperti Sragen yang mendapat pengakuan menjadi salah satu kabupaten terbaik dalam penyelenggaraan kepemerintahan. Contoh kuantitaif yang kecil dari penerapan e-gov di Sragen ini adalah adanya efisiensi anggaran sebesar 2 Milyar lebih dari ATK dan belanja telepon  yang semula 2,3 Milyar menjadi 250 juta saja setelah e-gov diterapkan.

 

Kemitraan berbasis Masyarakat Adat

Faktor pembeda ketiga adalah keberadaan masyarakat adat. Taman Nasional Betung Kerihun memiliki ciri khas masyarakat adat yang berada di dalam dan sekitar kawasannya. Eksistensi komunitas adat ini akan berdaya guna jika disalurkan melalui program kemitraan berbasis masyarakat adat sebagai perwujudan prinsip-prinsip co-management. Taman Nasional Betung Kerihun telah menerapkannya dalam perlindungan dan pengamanan hutan serta pengembangan ekowisata. Revitalisasi hukum adat sebagai “pengadil” bagi pelaku pelanggaran di dalam kawasan, pamhut swakarsa, perekrutan tenaga lokal, pembentukan kelompok-kelompok swadaya masyarakat, agen ekowisata lokal merupakan beberapa contohnya.

 

Truly Heart of Borneo sebagai Brand

Pembeda keempat adalah kata truly Heart of Borneo. Brand tersebut dapat digunakan untuk positioning kepariwisataan Taman Nasional Betung Kerihun. Brand ini sebenarnya telah mulai dicoba sejak tahun 2005/2006 melalui berbagai media promosi dan publikasi Taman Nasional Betung Kerihun ketika Heart of Borneo (HOB) masih sebagai issue. Di samping itu, Truly Heart of Borneo dapat juga digunakan bagi kepentingan fund rising. Taman Nasional Betung Kerihun selayaknya memaksimalkan forum HOB untuk mendapatkan dana pendamping DIPA yang berkelanjutan agar dapat lebih mengoptimalkan pengelolaan kawasannya.

…..semoga dengan beberapa “faktor pembeda” di atas, Betung Kerihun menjadi Model Taman Nasional yang sesungguhnya…. ***

 

 


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: