Jantung Borneo itu Bernama Taman Nasional Betung Kerihun

11 11 2010

Oleh : Arief Khristanto

 

 

 

 

 

Tentang Heart of Borneo

Inisiatif HoB

Heart of Borneo (HoB) atau Jantung Borneo merupakan istilah yang digunakan bagi kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimantan serta mencakup sebagian wilayah Brunei Darusalam. HoB telah disepakati bersama antara ketiga negara tersebut untuk dikelola berdasarkan prinsip-prinsip konservasi dan pembangunan berkelanjutan (conservation and sustainable development).

Inisiatif HoB dimulai pada 2005 pada pertemuan trilateral di Brunei Darussalam, dengan tema ”Three Countries – One Conservation Vision”. Setelah melalui serangkaian pertemuan trilateral serupa, pada akhirnya pada 12 Februari 2007 dilaksanakan penandatanganan Deklarasi HoB di Nusa Dua Bali oleh Minister of Industry and Primary Resources, Brunei Darussalam, Menteri Kehutanan Republik Indonesia, dan Minister of Natural Resources and Environment, Malaysia.

Inisiatif Heart of Borneo (HoB) atau Jantung Borneo pada dasarnya adalah sebuah inisiatif konservasi dan pembangunan berkelanjutan, dalam rangka melakukan memanfaatan  berkelanjutan salah satu hutan atau kawasan  terbaik yang masih tersisa di Borneo bagi kesejahteraan generasi sekarang dan mendatang.

Cakupan Wilayah HoB

Wilayah HoB di tiga negara mencakup kawasan hutan seluas 23.264.000 ha dengan persentase luasan sebagai berikut :

Negara Lokasi Luas
(Hektar) (%)
Indonesia Kalimantan Timur 8.145.100 35,0
Kalimantan Barat 5.332.500 22,9
Kalimantan Tengah 3.241.400 11,2
Total Indonesia 16.759.000 69,1
Brunei Brunei Darusalam 200.000 1,6
Malaysia Serawak 3.647.000 15,7
Sabah 2.700.000 11,6
Total Malaysia 6.341.000 27,3
Total HoB 23.264.000 100,0

Nilai Penting HoB

Wilayah HoB didominasi oleh kawasan dataran tinggi dengan ketinggian tempat di atas 500 m dpl, topografi bergunung-gunung dengan tingkat kemiringan lahan yang curam antara 20-70%. Konservasi kawasan HoB menjadi sangat penting dikarenakan keanekaragaman flora dan fauna yang tinggi di dalamnya. Diperkirakan terdapat keanekaragaman hayati terpenting di dunia sebanyak 40 – 50 % jenis flora dan fauna yang hanya dapat ditemui di Borneo. Secara garis besar, Borneo menjadi tempat tinggal bagi sekitar 15,000 spesies tumbuhan vascular, yang jumlahnya 5-6% dari total jumlah di seluruh dunia. Dari jumlah ini, 40-50% adalah endemik asli.

Fungsi penting lain dari wilayah HoB adalah fungsi  “menara air” bagi seluruh pulau. Setidaknya mengalir sumber air bagi 14 dari 20 sungai utama di Pulau Borneo. Sungai Kapuas, Katingan, Barito dan Mahakam di Indonesia dan Sungai Rajang di Sarawak adalah sungai besar yang hulunya berada dan airnya berasal dari kawasan dataran tinggi di wilayah HoB.

HoB juga menjadi “rumah” bagi setidaknya 50 Suku Dayak, dengan bahasa dan budaya yang beragam. Menjaga keberlanjutan manfaat dari air, hutan dan tanah di HoB akan ikut menjaga keberlangsungan hidup masyarakat dan budaya yang dimilikinya.  Sebaliknya dengan menjaga budaya masyarakat aspek-aspek positif yang telah dipelihara secara turun-temurun tidak terkecuali etika konservasi (conservation ethics) dan kearifan lokal (local wisdom) terhadap lingkungan lainnya juga akan mendukung upaya konservasi fungsi dan manfaat ekosistem HoB.

Di HoB dalam wilayah Indonesia saat ini terdapat 4,9 juta ha (38 %) juta hektar areal hutan produksi yang dikelola dengan sistem Ijin Usaha Pengusahaan Hasil Hutan Kayu/ Hak Pengusahaan Hutan (IUPHHK/HPH). Berdasarkan catatan yang ada, di HoB terdapat 52 HPH, 28 HPH diantaranya masih aktif beroperasi dan 24 tidak aktif atau telah dicabut ijinnya oleh pemerintah. Dari HPH yang aktif 2 diantaranya telah memiliki sertifikat pengelolaan hutan lestari dari Forest Stewardship Council (FSC).

Taman Nasional Betung Kerihun sebagai Jantung Kalimantan (Sudut Pandang Filosofis)

Heart of Borneo atau Jantung Borneo secara etimologis berasal dari dua kata, yakni jantung dan Borneo. Masing-masing kata memiliki makna tersendiri, dan memiliki makna yang berbeda dan jauh lebih luas tatkala kedua kata tersebut digabungkan dalam satu frasa.

Jantung dalam bahasa Latin disebut cor, atau cardia dalam bahasa Yunani berarti inti dan secara ontologis merupakan bagian organ yang senantiasa berdetak dalam kehidupan manusia. Ia mengatur peredaran darah di setiap bagian pembuluh darah manusia. Meskipun besarnya hanya sekepalan pria dewasa, jantung memegang fungsi penting dalam hidup manusia. Dialah indikator kehidupan seseorang.

Sedangkan Borneo secara entimologis berasal dari kesalahan penyebutan Brunei oleh Bangsa Portugis pada abad ke-17  yang berarti laut. Borneo merupakan pulau terbesar ketiga di dunia dengan luas 748,168 km2. Pulau ini menyimpan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi dimana terdapat sekitar 15,000 spesies tumbuhan dengan 3,000 spesies pohon (267 species Dipterocarpa), 221 spesies mamalia darat dan 420 spesies burung asli Borneo (MacKinnon et al. 1998). Borneo merupakan tempat tinggal bagi 16 juta jiwa yang terbagi dalam tiga negara.

Maka bila kedua kata tersebut digabungkan dalam satu frasa, paling tidak, Jantung Borneo dapat dimaknai sebagai sebuah bagian wilayah dari Borneo yang berfungsi mengatur sumberdaya alam dan memegang fungsi penting kehidupan bagi makhluk hidup di Borneo.

Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) yang merupakan satu bagian dari wilayah program HoB memiliki posisi yang sangat penting di dalam pengelolaan kawasan HoB secara keseluruhan. Taman Nasional Betung Kerihun merupakan hamparan habitat bagi 695 jenis pohon (23 % dari jenis pohon di Borneo), 48 spesies mamalia darat (22 % dari jenis mamalia darat Borneo), dan 301 spesies burung (72% dari jenis burung asli Borneo). Selain itu, kawasan TNBK juga merupakan wilayah sebaran habitat orangutan (Pongo pygmaeus pygmaeus) serta berbagai jenis flora fauna endemik Borneo lainnya.

Nilai penting lainnya yaitu kawasan TNBK juga merupakan pemasok air bagi sistem hidrologi terbesar di Borneo yakni Sungai Kapuas yang memiliki panjang sungai sekitar 1,143 km yang merupakan sungai terpanjang  di dunia yang berada dalam sebuah pulau. Sungai Kapuas ini melintasi sejumlah wilayah di Kalimantan Barat dan mensuplai kebutuhan air bagi setidaknya hampir 1 juta jiwa di dalamnya.

Dilihat dari keragaman adat dan budaya, setidaknya terdapat 7 (tujuh) Suku Dayak yang bermukim di sekitar kawasan TNBK dengan budaya yang lekat dengan kawasan TNBK.

Berdasarkan beberapa hal di atas maka kawasan TNBK adalah sekepal kawasan hutan yang memiliki fungsi penting bagi kehidupan manusia di Borneo khususnya Kalimantan Barat. Berbagai upaya untuk menjaga kelestarian dan keutuhan kawasan TNBK ibarat menjaga kesehatan sebuah jantung agar senantiasa dapat berdetak demi menjaga kehidupan manusia di Kalimantan Barat. Maka dari itu marilah kita bersama menjaga kelestarian dan keutuhan kawasan TNBK demi kehidupan seluruh makhluk di Kalimantan Barat*************


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: