Ir. Ahmad Yani, Berkolaborasi demi Jantung Borneo

11 11 2010

Pada Februari 2007, Pemerintah Brunei Darussalam, Indonesia dan Malaysia menandatangani Deklarasi Heart of Borneo (HoB). Perjanjian bersejarah ini menempatkan Kawasan Jantung Kalimantan dalam peta dunia konservasi dan prioritas kepastian pengembangan dimana Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) merupakan salah satu kawasan konservasi dalam program HoB.

Heart of Borneo (HoB) atau Jantung Kalimantan masih memiliki area luas hutan perawan yang abadi, satu-satunya kawasan yang tersisa di Asia Tenggara, dimana hutan masih dapat dilestarikan dalam skala yang luas.Terbentang di lintas batas dataran tinggi Brunei, Indonesia dan Malaysia, mencakup kaki perbukitan sampai kedataran rendah. Masa depan warisan hutan ini tergantung dari kolaborasi tiga pemerintahan, karena tidak ada negara yang sanggup untuk menjaga keunikan dataran tinggi itu sendirian.

Personil Balai Besar TNBK yang aktif berpartisipasi dalam  berbagai rangkaian aktivitas program HoB ini adalah Ir. Ahmad Yani. Berikut pandangan-pandangan Beliau tentang program HoB dan manfaatnya bagi TNBK.

Pandangan Bapak TNBK dijadikan salah satu kawasan dari program HoB ?
Kawasan TNBK telah disepakati oleh beberapa Negara antara lain Indonesia, Malaysia dan Brunei sebagai kawasan konservasi andalan untuk pengembangan program HOB di yang ada Indonesia.

Peluang apakah yang dimiliki TNBK dalam program HoB?
Kawasan TNBK dengan luas yang cukup signifikan yaitu sekitar 800.000 ha, menjadi salah satu bagian utama di dalam pengembangan kawasan HoB yang ada di 3 Negara khususnya di Kalimantan Barat , yang merupakan taman nasional terbesar di Kalimantan Barat dengan potensi keanekaragaman yang sangat tinggi mempunyai peluang yang sangat  besar untuk dikembangkan menjadi suatu andalan kawasan HoB.

Bagaimanakah kondisi kawasan TNBK saat ini, apakah telah terjadi kerusakan?
Kerusakan kawasan kita saya kira masih sangat kecil dibadingkan wilayah-wilayah lain, ini terlihat dari citra satelit yang menunjukan bahwa keutuhan kawanan TNBK masih cukup terjamin untuk dijadikan suatu kawasan andalan. Wilayah-wilayah yang berada di dalam wilayah kerja HoB saya kira bukan hanya kawasan konservasi saja tapi banyak kawasan-kawasanyang diluar kawasan konservasi yang merupahan hutan lindung, hutan produksi dan kawasan lainnya yang juga harapanannya bisa dikembangkan atau direhabilitasi untuk dijadikan suatu kawasan andalan.
Beberapa taman nasional yang bergabung dalam kawasan HoB ini salah satunya Taman Nasional Betung Kerihun, Taman Nasional Danau Sentarum, Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya, dan beberapa kawasan konservasi di Kalimantan Timur ada Taman Nasional Kayan Mentarang serta di Malaysia ada beberapa kawasan konservasi yang daerah sekitarnya itu merupakan kawasan-kawasan hutan lindung dan kawasan hutan  produksi yang harapannya bisa dikaitkan menjadi satu kawasan besar  yang betul-betul bisa menjadi harapan kita bersama bahwa kawasan HoB ini menjadi jantung dari Kalimantan.

Menurut Bapak, apa sajakah hal yang perlu dilakukan  sehingga HoB dapat diwujudkan?
Ini adalah suatu pekerjaan yang saya kira teramat besar yang perlu kolaborasi multipihak  didalam melakukan pembangunan suatu kawasan yang luas dan sangat komplek  dengan berbagai macam permasalahan  sehingga yang telebih dahulu saya kira harus dilakukan adalah membuat kesepahaman-kesepahaman dengan para pihak baik yang ada di Indonesia sendiri maupun Malaysia dan Brunei yang juga ikut dalam membangun kawasan HoB ini. Banyak ancaman seperti pembukaan lahan atau konversi lahan untuk pekebunan, konversi lahan untuk ladang, dll ini salah satu ancaman yang saya kira kalau tidak diantisipasi secara dini dari awal bisa menjadi suatu faktor penghambat dari pencapaian tujuan bersama untuk bisa melestarikan kawasan HoB ini.

Sejauh ini, bagaimanakah pengaruh dari program HoB ini terhadap masyarakat?
Saya kira dampak positif yang harus dirasakan oleh masyarakat  seperti dampak perubahan iklim dari yang kurang bagus menjadi lebih baik kedepan kemudian selanjutnya saya kira langkah-langkah awal yang harus kita lakukan bagaimana mensosialisasikan program ini ke masyarakat yang lebih luas  agar mereka bisa merasakan  bahwa program ini adalah program bersama sehingga rasa memiliki program bisa lebih tinggi di akar rumput di masyarakat yang lebih luas.  Dengan demikian partisipasi masyarakat untuk bisa mendukung program HoB ini bisa lebih tinggi, kalau partispasi sudah lebih tinggi  saya kira pihak-pihak yg punya kepentingan kepentingan untuk melestarikan kawasan HoB ini praktis bebannya juga akan lebih rendah, karena tidak berhadapan dengan masyarakat lokal, tidak berhadapan dengan mungkin aturan-aturan yang tidak sinkron tehadap tujuan bersama melestarikan kawasan HoB.

Bagaimanakah Visi dan misi Balai Besar TNBK yang berkaitan erat dengan HoB?
Saya kira kalau melihat di RENSTRA kita salah satu visi kita adalah bagaimana membuat pelestarian ini bermanfaat bagi masyarakat sehingga kalau dikaitkan dengan program HOB bahwa melestarikan satu kawasan konservasi yang cukup luas dalam bingkai HoB harapannya juga bisa memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat, tidak hanya dalam bentuk pembahasan-pembahasan atau pertemuan-pertemuan saja yang mungkin akan menghabiskan uang yang sangat banyak tapi diharapkan dalam bentuk implementasi di lapangan agar program pelestarian kawasan ini bisa dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat baik masyarakat awan maupun masyarakat adat yang merupakan pemangku daripada kawasan-kawasan  yang sangat luas ini .

Sejauh apakah pencapaian implementasi program HoB di lapangan?
Kalau menghitung persentase saya kira kita belum dapat menyatakan ini dalam suatu angka-angka karena program ini juga belum lama dimulai dan target-target pencapaian juga belum tersusun secara baik dan tersosisalisasikan di masyarakat. Sehingga memang pada fase ini diharapkan program ini bisa tersosialisakan dulu ke masyarakat yang lebih luas. Harapannya masyarakat bisa merasa memiliki program ini supaya mendapatkan dukungan yang positif dari masyarakat luas. Tidak hanya dalam bentuk bingkai kerjasama antar pemerintah misalkan Pemerintah Malaysia, Pemerintah Brunei Darussalam, dan Pemerintah Indonesia melakukan kerjasama sehingga pemahaman di tingkat lapangan tentang program HoB masih perlu disosialisasikan.

Kira-kira dampak positif apakah yang dapat diperoleh dari Kerjasama HoB bagi kawasan TNBK ?
Saya kira dengan adanya kerjasama ini yang terpenting kawasan TNBK bisa lebih lestari dan bisa lebih bermanfaat bagi masyarakat luas. Tentunya itu tidak dapat dikerjakan dalam waktu yang  singkat tapi tahap demi tahap harus dimulai. Mulai dari sosialisasi program HoB di TNBK kemudian implementasi rencana-rencana kegiatan yg pro rakyat dan pro lingkungan sehingga tidak terjadi benturan antara program pengelolaan kawasan dengan kepentingan-kepentingan masyarakat yang ada di dalam taman nasional itu sendiri  atau masayarat-masyarakat yang ada disekitar taman nasional.

Pandangan Bapak tentang Kunci keberhasilan program HOB?
Saya kira kunci keberhasilan program HOB ini adalah pengelolaan kawasan konservasi secara arif dan bijaksana dan pengelolaan sumber daya masyarakat sekitar kawasan yang dapat dijadikan satu kekuatan pengelolaan  kawasan konservasi berbasis masyarakat.

(Jossy.&Ngr.)


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: