Editorial Edisi I/ April 2010

13 05 2010

Salam Rimbawan………………………

Akhir-akhir ini forum pembahasan tentang kesadaran lingkungan menjadi sesuatu yang sangat penting dikarenakan maraknya issu perubahan iklim akibat meningkatnya suhu di muka bumi. Melalui pertemuan United Nation For Climate Change (UNFCC) yang diselenggarakan di Bali pada bulan Desember tahun 2007, membuktikan bahwa event penting ini menjadi ajang kampanye cinta lingkungan bagi seluruh negara di dunia untuk secara bersama-sama peduli terhadap lingkungan. Salah satu contoh wadah kepedulian terhadap lingkungan di Indonesia yang dijadikan bahan pembahasan adalah keberadaan Heart of Borneo (HoB).

HoB merupakan sebuah dasar pengembangan konsep konservasi dan pembangunan berkelanjutan di Pulau Borneo, tentunya menjadi perangkat pokok dalam pengelolaan kawasan di fokus area HoB.  Keberadaan taman nasional sebagai salah satu target area program pengembangan kepedulian lingkungan, mampu menginisiasi munculnya kerjasama lintas batas yang melibatkan 3 negara (Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam) dan 4 Taman Nasional (Taman Nasional Betung Kerihun, Taman Nasional Danau Sentarum, Taman Nasional Bukit Raya Bukit Baka, Taman Nasional Kayan Mentarang). Inisiasi HoB ini dilatarbelakangi adanya  penurunan kualitas lingkungan yang berdampak makin rendahnya produktivitas hutan, hilangnya potensi keanekaragaman hayati, serta degradasi hutan dan lingkungan akibat dari pengelolaan lingkungan yang kurang bijaksana, pengambilan kayu secara ilegal dan alih fungsi hutan yang tidak terkendali.

Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) sebagai salah satu fokus area HoB selayaknya perlu dikelola secara terpadu mengingat pentingnya fungsi kawasan sebagai sumber keanekaragaman hayati dan habitat berbagai flora dan fauna kunci (key species), seperti : Burung Enggang Gading (Buceros rhinoceros  borneoensis), Orangutan (Pongo pygmaeus pygmaeus), dan Ikan Semah (Tor sp). Disamping itu TNBK juga berfungsi sebagai sumber air bagian hulu atau penyangga kehidupan bagi masyarakat di hilir  Kota Pontianak, serta menjadi daerah tangkapan air (catch water) untuk  ketersediaan cadangan air dan peningkatan kualitas air di Kalimantan Barat. Oleh karena itu pada kesempatan edisi I Buletin Betung Kerihun ini,  sudah sepantasnya TNBK dijuluki sebagai Jantung Borneo yang sesungguhnya (Truly Heart of Borneo). Akhir kata, jayalah TNBK dan lestari hutanku  demi kesejahteraan masyarakat dan peningkatan mutu lingkungan.

Pemimpin Redaksi


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: